M. DUNIA MEDIS

PENGANTAR

Judul Materi: DUNIA MEDIS

Kompetensi Dasar (KD) yang akan dicapai dengan materi ini adalah: Mahasiswa memahami dunia kerja secara praktis dan memahami serta menerapkan prinsip-prinsip Alkitabiah untuk  meraih sukses di marketplace.

Indikator-indikator pencapaian KD itu adalah:

  1. Memahami pekerjaan di dunia kesehatan
  2. Memahami pandangan Alkitab tentang kesehatan dan kesembuhan
  3. Menerapkan pelayanan kesembuhan

TANTANGAN MASALAH KESEHATAN

Diambil dari Buku ”All About Healing” karya Haryadi Baskoro (Penerbit Andi, Yogyakarta, 2005)

Siapakah manusia? Apakah yang dapat dibanggakan dan disombongkannya? Kita hanyalah debu tanah (Mzm 103:14; Kej 2:7). Manusia tak lebih dari rumput dan bunga di padang yang sebentar akan lenyap diterpa angin (Mzm 103:15-16).

Secara fisik, manusia sangat rentan terhadap sakit-penyakit dan kematian. Bahkan, kita lebih lemah daripada hewan. Kedinginan, kepanasan, dan ganasnya alam mudah sekali membinasakan manusia. Hewan masih dapat bertahan di alam terbuka. Hewan tetap bisa hidup di alam liar.

Sejarah membuktikan betapa lemahnya manusia menghadapi berbagai penyakit. Pada abad ke-14, wabah Pneumonia yang merupakan penyakit infeksi paru-paru karena bakteri, virus, dan mikroplasma, menelan ribuan jiwa. Pada 1665, wabah penyakit Pes membunuh 30.000 penduduk London, Inggris. Ilmu kedokteran terlambat mengetahui penyebab dan penangkal penyakit ini. Bakteri bacilus pasteurella pestis yang dibawa tikus baru diketahui pada 1894.

Pada abad ke-18, wabah penyakit demam kuning (jack kuning) menyiksa 24.000 orang dan menewaskan 5.000 jiwa. Wabah ini mencapai puncaknya di kawasan Philadelfia, AS pada 1793. Pada abad ke-19, wabah penyakit Kolera mengguncang Eropa dan Asia. Pada 1918, wabah penyakit Flu Spanyol membunuh 40 juta orang di seluruh dunia.

Kini, penyakit AIDS melanda seluruh dunia. Obat penangkal AIDS yang manjur belum juga ditemukan. Lagi, SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) juga melanda bumi. Sindroma pernafasan sangat akut ini muncul di Futsan, Guangdong, Cina. Ribuan orang meninggal karenanya. Semua itu menunjukkan betapa manusia sangat lemah, sekalipun teknologi kedokteran dan obat-obatan semakin canggih.

Sampai saat ini, bukan dengan maksud meremehkan ilmu kedokteran, namun harus diakui bahwa masih banyak jenis penyakit yang belum dapat diatasi. Kanker misalnya, merupakan pembunuh manusia yang besar. Dari pohon keluarga penyakit kanker ini saja tergantung nama-nama sebanyak 250 penyakit terkait. Itu baru kanker, masih banyak ragam penyakit lainnya. Penyakit-penyakit baru pun selalu muncul.

MASALAH KESEHATAN DAN PEMBANGUNAN EKOLOGI

Diambil dari artikel opini Haryadi Baskoro berjudul ”Waspadai Penyakit Akibat Pembangunan” (dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat, 12 Nov 2007)

Sejak proses industrialisasi bergulir, pembangunan infrastruktur modern sering berdampak negatif karena merusak keseimbangan alam. DuBos, sebagaimana dikutip oleh George M Foster (2005), mengatakan bahwa semua inovasi teknologi yang berhubungan dengan pengembangan industri, pertanian, kedokteran, akan mengganggu keseimbangan alam. Usaha manusia untuk menguasai alam akan mengganggu keteraturan alam sehingga alam menjadi tidak bersahabat dengannya.

Pembangunan infrastruktur, betapa pun itu menguntungkan bagi manusia, bisa merubah alam menjadi ganas. Penyakit-penyakit baru muncul sebagai reaksi pemberontakan alam terhadap pemerkosaan yang dilakukan manusia atas dirinya. Pembuatan terusan Panama yang menghubungkan samudera Pasifik dan Atlantik merupakan saksi bisu munculnya penyakit akibat pembangunan. Insinyur Perancis DeLessup terpaksa menghentikan pembangunan itu karena terkena penyakit demam kuning. Baru setelah dokter-dokter Amerika menemukan penyebabnya dan setelah vektor-vektor nyamuk dibasmi, pembangunan terusan itu bisa dilanjutkan lagi.

Menurut catatan Thayer Scudder (1973), pembangunan bendungan Volta di Ghana telah mengacaukan keseimbangan ekologis sehingga membiakkan siput-siput yang ternyata menjadi perantara bagi cacing pita dari genus schitosoma yang menjadi penyebab penyakit bilharziasis pada manusia. Pada tahun 1972, dua belas tahun sejak parasit itu ditemukan untuk pertama kalinya, lebih dari 70 persen dari 1.000 anak-anak yang tinggal di sekitar bendungan itu terkena infeksi.

Hughes dan Hunter (1970) menemukan hubungan antara pembangunan jalan raya dengan perkembangan penyakit tidur (trypanosomiasis) yang disebabkan oleh gigitan lalat tsetse di Ghana. Khususnya di daerah Ashanti, lalat-lalat itu berkembang-biak di saluran-saluran air dan semak-semak yang ada di kanan-kiri jalan raya. Para pekerja migran yang senantiasa melewati jalan raya cepat terjangkit penyakit tersebut

Pembangunan industri tak jarang merusak lingkungan alam yang pada gilirannya menyebabkan penyebaran penyakit-penyakit. Air yang dulu tersedia tanpa batas (boundless supply), kini tercemar. Air mengalami mengalami perubahan konsentrasi ion hidrogen dan tercemar berbagai endapan, koloidal, bahan pelarut, dan berbagai mikro-organisme sehingga mendatangkan penyakit jika dikonsumsi.

Pertumbuhan kawasan kumuh (slum area) di perkotaan menjadi sumber sakit-penyakit. Arus urbanisasi sebagai dampak pembangunan perkotaan menyebabkan padatnya penduduk sehingga berkembanglah tempat-tempat pemukiman yang buruk, kotor, dan sama sekali tidak sehat. Belum lagi perilaku buruk mereka seperti membuang sampah sembarangan di sungai, menciptakan sumber-sumber penyakit baru.

Pembangunan juga memicu tumbuhnya gaya hidup modern yang tidak sehat, misalnya dalam hal mengkonsumsi makanan. Inilah gaya makan orang Amerika (dan orang Indonesia yang keAmerika-amerikaan): banyak mengkonsumsi minuman ringan (soft drink), daging, zat pati, garam, dan gula, kopi, teh, dan sedikit makan buah dan sayuran. Konsumsi tinggi protein dan makanan asin menguras kalsium dari tulang. Menurut Don Colbert MD, diet tinggi gula yang disertai konsumsi kafein, kopi, teh, dan minuman ringan akan menciptakan atmosfer asam dalam tubuh manusia yang menyebabkan osteoporosis. Tak kurang dari 20 juta orang di sana menderita osteoporosis.

Pembangunan di Indonesia seringkali tidak berwawasan ekologi sehingga mengancam kesehatan masyarakat. Banjir rutin di Jakarta yang menimbulkan berbagai penyakit disebabkan oleh dua hal. Pertama, faktor alam. Seluas 40 persen wilayah ini berada di bawah atau sama dengan permukaan laut, sedangkan air laut sering pasang. Kecuali itu, curah hujan per tahun memang cukup tinggi (1.750-2.500 mm). Kedua, faktor pembangunan yang tidak terencana dengan baik. Bangunan-bangunan yang didirikan tidak tembus air, sehingga tanah kurang berfungsi sebagai resapan air (recharge area). Pembangunan kawasan perkantoran dan pemukiman tidak mengelompok dalam satu sistem drainase atau daerah aliran sungai (DAS) tertentu. Kecuali itu, daerah rawa-rawa habis karena dipakai untuk pembangunan real estate. Padahal, rawa-rawa berfungsi sebagai “daerah parkir air”.

Kegagalan kota Jakarta dalam membangun sistem transportasi untuk mengatasi kemacetan ditambah pertambahan kendaraan bermotor yang sangat pesat pasti memperburuk kualitas udara. Jumlah mobil pribadi bertambah terus, dari 1.196.060 unit pada tahun 2002 menjadi 1.499.610 pada tahun 2006. Sampai Maret 2007, apabila ditambah dengan mobil barang dan bus, totalnya mencapai 2.677.303 unit. Setiap hari, bertambah 269 unit mobil pribadi. Ancaman penyakit akibat polusi udara semakin tinggi.

Yogyakarta yang “berhati nyaman” pun kini tidak bisa lagi memberi kenyamanan dalam bernafas. Hasil pemantauan Kantor Penanggulangan Dampak Lingkungan (April 2006) menunjukkan bahwa udara di 10 lokasi di kota Yogyakarta telah tercemar hingga mencapai 1.053 mikrogram per meter kubik. Pembangunan perlu dirancang ulang sehingga lebih berwawasan lingkungan.

Menurut Hughes dan Hunter, sebagaimana dikutip Foster dan Anderson (2005), pembangunan yang merupakan program yang merubah hubungan antara manusia dan alam harus dilihat dalam kerangka ekologi. Manusia dan alam harus senantiasa membarui “kontrak ekologi” yang di dalamnya diperhitungkan soal “biaya-biaya tersebunyi”. Dalam menjalankan pembangunan, jangan hanya memikirkan keuntungan-keuntungan, namun juga mempertimbangkan dampak-dampak kesehatan (timbulnya sakit-penyakit) yang akan menyebabkan kerugian-kerugian fisik dan finansial.

Pembangunan yang dijalankan tanpa menghargai alam akan menuai berbagai-bagai penyakit sebagai akibat rusaknya ekologi. Pada akhirnya, biaya yang harus ditanggung sangatlah besar. Alam, lapisan ozon misalnya, tak bisa dibeli dengan harga selangit sekalipun. Kita perlu merancang ulang pembangunan dengan lebih mempertimbangkan aspek-aspek ekologis, atau masyarakat dan anak cucu kita menjadi sakit lalu terjerat dalam penderitaan berkepanjangan.

PENYEBAB SAKIT-PENYAKIT

Mengenai penyebab sakit-penyakit, harus dipahami secara komprehensif. Kita harus melihatnya sebagai multi faktor, karena masalah sakit-penyakit itu kompleks.

Pertama, dosa menyebabkan sakit penyakit. Sebagai contoh, karena berzinah maka terkena penyakit AIDS. Firman Tuhan adalah: Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir, sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau (Kel 15:26). Jadi, kalau kita tidak sungguh-sungguh menjalani perintah Tuhan (artinya hidup dalam dosa), kita bisa terkena sakit-penyakit.

Kedua, faktor biologis. Termasuk di dalamnya faktor makanan dan asupan gizi yang diterima. Kebanyakan makan makanan yang mengandung lemak misalnya, bisa menyebabkan sakit karena kelebihan kolesterol. Kebanyakan makan manis bisa menyebabkan sakit diabetes. Karena itu harus berhikmat.

Ketiga, faktor teknis. Misalnya adalah kecelakaan. Salah berolahraga, misalnya terlalu over dalam latihan juga bisa menyebabkan sakit, ini pun bisa tergolong sebagai faktor teknis. Contoh lain adalah penggunaan alat yang salah, misalnya memakai sepatu yang tidak bagus bisa menyebabkan sakit kaki atau pertumbuhan kaki yang tidak normal.

Keempat, faktor kemis. Salah minum obat atau overdosis bisa menyebabkan sakit bahkan kematian. Karena itu kita harus berhikmat, misalnya memilih penyembuhan melalui suplement food yang alamiah atau herbal. Manusia diberi akal budi untuk menangani masalah-masalah seperti itu.

Kelima, faktor alam. Iklim yang tidak bersahabat. Polusi dan kerusakan alam juga menyebabkan penyakit. Dalam hal inilah orang Kristen harus melaksanakan ”mandat pembangunan” (Kej 1:28) untuk membangun ekologi.

Keenam, faktor jiwa yang lemah atau sakit juga menyebabkan penyakit jasmani. Alkitab menulis, ”Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang” (Ams 17:22). Banyak penyakit disebabkan karena jiwa yang stress, tertekan, kepahitan, marah, dan sebagainya.

Ketujuh, faktor roh jahat. Misalnya kutuk garis keturunan, serangan sihir atau guna-guna, serangan dari roh penguasa terirotial tertentu, dst. Karena itu orang percaya harus aktif mengusir dan melawan setan-setan (Yak 4:7). Dalam pelayanan Yesus banyak kasus penyakit atau cacat terjadi karena setan sehingga baru sembuh setelah setan itu diusir keluar dari tubuh si sakit (Mrk 9:14-29)

YEHOVAH RAPHA: TUHAN PENYEMBUH

Diambil dari rubrik ”Tuhan Mujizat” pada blog www.mujizatajaib.wordpress.com

Tuhan menyatakan diri sebagai Tuhan yang menyembuhkan atau Yehovah Rapha. Pada waktu itu, bangsa Israel tiba di sebuah kolam bernama Mara yang pahit, yang apabila orang meminum airnya maka akan sakit bahkan mati. Pada waktu itulah Tuhan menyatakan diri, kata-Nya: Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau (Kel 15:26). Tuhan pun menyatakan mujizat-Nya, sehingga air pahit yang berbahaya dan mematikan itu secara ajaib menjadi tawar dan menyehatkan.

Pada peristiwa Mara itu, Tuhan menyatakan dengan jelas bahwa Ia akan menjaga kita dari sakit penyakit. Demikian Firman-Nya: Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir, sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau (Kel 15:26).

Janji itu menunjukkan bahwa Tuhan memelihara kesehatan kita jika kita hidup benar. Namun, keberadaan Yehovah Rapha juga menunjukkan bagaimana Ia berkuasa atas sakit-penyakit. Kesembuhan dapat Ia berikan secara mujizat adikodrati. Sebaliknya, seperti dialami Mesir, Tuhan bisa pula menghukum secara adikodrati sehingga orang berdosa itu pun jatuh sakit. Hal itu menjamin keyakinan kita untuk bisa menerima mujizat-mujizat kesembuhan dan kesehatan illahi dari Tuhan.

JANJI TUHAN TENTANG KESEMBUHAN

Berikut ini adalah beberapa janji Firman Tuhan tentang kesembuhan. Anda dapat ”mengklaim” setiap janji itu dan menerima mujizat kesembuhannya.

Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir, sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau (Kel 15:26).

Tetapi kamu harus beribadah kepada Tuhan, Allahmu, maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu. (Kel 23:25)

Segenap jalan, yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu, haruslah kamu jalani, supaya kamu hidup, dan baik keadaanmu serta lanjut umurmu di negeri yang akan kamu duduki. (Ul 5:33)

Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu. (Mzm 103:3)

Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan, itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu. (Ams 3:7-8)

”Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang” (Ams 17:22)

Tetapi sesungguhnya penyakit kitalah  yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita, ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (Yes 53:4-5)

Hal itu  terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: ”Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.” (Mat 8:17)

Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” (1 Ptr 2:24)

PELAYANAN KESEMBUHAN

Dalam melayani orang sakit, pertama, kita mendorong pertobatan. Karena, banyak penyakit terjadi karena kehidupan yang penuh dosa.

Kedua, membangkitkan iman dengan cara mengajari Firman Tuhan. Iman itu timbul dari pendengaran (Rom 10:17). Kemudian, doronglah orang sakit itu untuk mengaktifkan iman dengan cara mengucapkan perkataan imannya itu (Mrk 11:23).

Ketiga, mendoakan orang sakit. Doa orang benar sangat besar kuasanya (Yak 5:16b). Doa harus dinaikkan dengan penuh iman (Mrk 11:23-24). Dalam berdoa juga harus ada kesepakatan iman antara orang-orang yang berdoa, serta antara yang mendoakan dan yang didoakan (Mat 18:19). Hamba-hamba Tuhan wajib mendoakan orang-orang (jemaat) yang sakit (”Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan” – Yak 5:14). Kita juga harus saling mengaku dosa dan saling mendoakan supaya sembuh (Yak 5:16a).

Ketiga, usirlah setan-setan melalui doa di dalam nama Yesus (Mrk 16:17; Yak 4:7). Hal itu penting karena banyak kasus sakit disebabkan oleh pekerjaan iblis. Kalau perlu dengan doa dan puasa (Mat 17:20).

Keempat, orang sakit perlu pula didoakan oleh hamba-hemba Tuhan yang secara khusus dipakai dalam karunia kesembuhan. Dalam pelayanan Kristen, Roh Kudus memberi berbagai karunia khusus, salah satunya karunia kesembuhan (1 Kor 12:9). Jadi, tidak salah jika kita datang ke KKR-KKR kesembuhan asal tidak lantas menjadi mengandalkan hamba-hamba Tuhan itu.

SOAL

  1. Apa saja penyebab sakit-penyakit manusia itu?
  2. Mengapa Tuhan mau menyembuhkan?
  3. Bagaimana cara melayani orang sakit?

TUGAS

Selidikilah sebuah kasus tentang sakit – bisa anda sendiri, bisa orang lain. Buatlah analisa tentang penyebab sakitnya dan temukanlah solusi untuk penyembuhannya serta susunlah strategi untuk melayani kesembuhannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: