K. DUNIA POLITIK

PENGANTAR

Judul Materi: DUNIA POLITIK

Kompetensi Dasar (KD) yang akan dicapai dengan materi ini adalah: Mahasiswa memahami dunia kerja secara praktis dan memahami serta menerapkan prinsip-prinsip Alkitabiah untuk  meraih sukses di marketplace.

Indikator-indikator pencapaian KD itu adalah:

  1. Memahami masalah-masalah politik
  2. Memahami pandangan Alkitab tentang politik (pengantar teologi politik)
  3. Memahami dan menerapkan sikap Alkitabiah yang harus dilakukan oleh politisi Kristen

SELUK BELUK POLITIK (SUATU PENGANTAR)

Secara umum, politik menunjuk pada hal-hal yang berkaitan dengan kekuasaan. Adapun kekuasaan dapat diartikan sebagai otoritas, kontrol, kapasitas, dan hubungan. Kekuasaan adalah pengaruh atau pengawasan atas pengambilan keputusan-keputusan yang berwenang.

Pengertian kata “politik” masa sekarang, adalah, pertama menunjuk pada kehidupan manusia dan kehidupan bermasyarakat yang menyangkut hubungan kekuasaan (power relationship). Politik merupakan usaha untuk memperoleh kekuasaan, memperbesar, dan memperluas, serta mempertahankan kekuasaan. Kedua, politik menunjuk pada satu rangkaian tujuan yang hendak dicapai, atau cara-cara atau arah kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan. Inilah yang disebut sebagai “Kebijakan” (policy).  Contoh kebijakan adalah “politik keuangan”, “politik pendidikan”, dan “politik dalam negeri”.

Negara adalah sebuah konsep politik. Negara sebagai suatu organisasi mempunyai sifat-sifat yang tidak dimiliki oleh organisasi-organisasi lain (Roger H. Soltau). Pertama, sifat memaksa, dalam arti Negara bisa menjalankan kekuasaan untuk menjalankan kekerasan fisik secara sah. Makanya Negara bisa menumpas para pemberontak yang subversive. Kedua, sifat monopoli, dalam arti tidak ada satu golongan pun dari keseluruhan golongan yang ada dalam masyarakat yang dapat menganjurkan tujuan-tujuan yang bertentangan dengan tujuan-tujuan yang ditetapkan Negara. Jadi, tidak ada “negara” dalam “Negara”. Ketiga, Sifat mencakup semua (all-en compassing, all-embracing), kekuasaan Negara mencakup seluruh masyarakat. Adapun unsur-unsur esensial negara adalah rakyat (penduduk), wilayah (daerah, teritori), pemerintah, dan kedaulatan.

Masalah undang-undang dan hukum merupakan masalah politik juga. Hak itu karena Undang-undang Dasar (UUD) menurut R.G. Gattell adalah keseluruhan dari prinsip-prinsip atau azas-azas yang fundamental yang menetapkan bentuk Negara, batas kekuasaan serta hak dan kewajiban Pemerintah dan warga Negara. Ditinjau secara politis, UUD, pertama, sifatnya lebih tinggi daripada undang-undang lainnya. Kedua, UUD adalah suatu piagam yang menyatakan cita-cita bangsa. Ketiga, UUD merupakan dasar organisasi kenegaraan suatu bangsa. Keempat, UUD memuat dasar dan tujuan negara.

UUD juga menentukan bentuk negara. Yaitu dalam hal, pertama penentuan cara-cara Negara diorganisir. Kedua, pengaturan pembagian kekuasaan. Ketiga, penentuan lapangan dan fungsi pemerintah. Keempat, pengaturan hubungan pemerintah dengan rakyat.

Masalah partai-partai politik dalam system demokrasi juga merupakan masalah politik. Parpol pertama tumbuh di Eropa Barat. Parpol adalah penghubung antara rakyat dan pemerintah. Parpol berfungsi menyalurkan keterlibatan / partisipasi rakyat. Menurut Raymond Garfield Gettel: “Parpol merupakan sekelompok warga Negara yang sedikit banyak terorganisir, yang bertindak sebagai suatu kesatuan politik dan yang dengan memakai kekuasaan memilih bertujuan mengawasi pemerintahan dan melaksanakan kebijakan umum mereka.”

Tugas-tugas partai politik, pertama, menjadi penghubung rakyat dan pemerintah. Parpol menyalurkan keinginan-keinginan  rakyat secara sistematis. Parpol menampung pendapat dan keinginan rakyat dan merumuskannya menjadi program-program yang dilaksakanan setelah mendapatkan tampuk kekuasaan. Kedua, menyebarluaskan gagasan-gagasan kebijakan pemerintah. Ketiga, mendidik warga Negara menjadi orang yang sadar akan tanggungjawabnya sebagai mahluk social. Keempat, memupuk kesadaran dan loyalitas nasional. Kelima, mengkader para pemimpin potensial. Keenam, mengelola pertikaian social.

Hal lain yang merupakan masalah politik adalah, pendapat umum (public opinion). Ciri atau unsur pendapat umum adalah merupakan pendapat sekelompok orang, mengenai masalah tertentu, untuk waktu tertentu. Pihak-pihak yang berpengaruh dalam pembentukan pendapat umum dalam suatu Negara adalah, pertama, pihak pemerintah (instansi pemerintah, lembaga-lembaga pemerintah, dll). Kedua, pihak masyarakat (rakyat, organisasi-organisasi politik, ormas-ormas, dll). Pada zaman Romawi ada ungkapan ”Vox populi, Vox Dei” (suara rakyat adalah suara Tuhan). Alat-alat yang dapat mempolakan dan mengubah pendapat umum adalah keluarga, sekolah, lapangan pekerjaan, tempat ibadah, pers, buku-buku, film, radio, televisi, internet, dst.

Demokrasi sebagai masalah politik selalu dilihat dari dua sisi. Pertama, demokrasi substansial, pandangan tentang nilai hakiki demokrasi, yaitu demokrasi sebagai suatu nilai-nilai atau budaya yang memungkinkan rakyat bisa memiliki kedaulatan dalam arti yang sesungguhnya. Misalnya ada kebebasan, budaya menghormati hak dan kebebasan orang lain, adanya pluralisme budaya, adanya toleransi, anti kekerasan, dll. Kedua, demokrasi prosedural, menekankan aspek aturan atau tata cara, yaitu demokrasi merupakan sistem yang ditegakkan oleh prosedur-prosedur formal yang memungkinkan budaya demokrasi itu berjalan. Aspek prosedural demokrasi itu mencakup PEMILU yang bebas, DPR yang kuat, dan Lembaga yudikatif yang independen. Demokrasi menurut Abraham Lincoln adalah “pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat” (government of the people, by the people, for the people). Pemerintahan dari rakyat (government of the people), artinya keputusan-keputusan politis yang menyangkut kehidupan rakyat ditentukan oleh rakyat itu sendiri. Caranya adalah rakyat memilih pemimpin (presiden, gubernur, bupati) dan DPR melalui PEMILU yang bebas dan fair (jurdil). Pemimpin dan DPR yang terpilih lewat PEMILU yang bebas dan fair mendapat mandate secara sah oleh rakyat (memiliki legitimasi yang kuat). Pemerintahan oleh rakyat (government by the people) artinya adalah Pemerintah dijalankan oleh rakyat (oleh pemerintah yang dipilih rakyat) dan Pemerintah yang jalannya diawasi oleh rakyat sendiri. Di Indonesia, pengawasan itu dilakukan oleh DPR/D hasil pilihan rakyat (DPR bersama eksekutif bersama-sama membuat Undang-undang dan DPR mengawasi jalannya pelaksanaan Undang-undang). Pemerintahan untuk rakyat (government for the people) artinya, pemerintah hasil pilihan rakyat menghasilkan dan menjalankan kebijakan-kebijakan yang diarahkan untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat.

TEOLOGI POLITIK (SUATU PENGANTAR)

Menurut Lugo (2009), Yesus sangat menekankan masalah integritas elit politik. Integritas dalam Perjanjian Baru berakar pada kata ”aletheia” atau ”alethes” (bhs Yun) yang berarti kebenaran atau keadaan menjadi benar (Mat 12:14).

Pada masa Yesus melayani itu ada kelompok politik Zelotis. Simon dan Yudas Iskariot adalah para Zelotis (Luk 6:15; Kis 1:13). Ciri orang Zelot adalah bertemperaman keras – karena tertindas oleh Romawi dan taat pada hukum Taurat (Kis 21:20). Kelompok Zelot itu didirikan oleh Yudas orang Galilea untuk melawan Roma. Mereka bergerilya selama 60 tahun dan pernah melakukan perlawanan fisik terhadap Roma (th 66-73). Pada tahun 74 mereka dikalahkan di Masada. Orang Zelot sangat cinta tanah air (nasionalis) Israel sehingga mereka ingin membebaskan Israel dari penjajahan Romawi.

Menurut Lugo (2009), kritik dan pesan Yesus terhadap para elit politik adalah, pertama, mereka harus visioner dan tidak boleh mendua hati (Mat 6:24). Kedua, tidak berdosa (Mat 5:4). Ketiga, harus rendah hati (Mat 5:5). Keempat, harus menegakkan kebenaran (Mat 5:6). Kelima, suci hatinya (Mat 5:8; 5:48). Keenam, konsisten untuk membawa damai (Mat 5:9). Ketujuh, memperjuangkan keadilan dan kebenaran (Mat 5:10).

Menurut John Calvin sebagaimana dijelaskan Lugo (2009), jika tidak ada dosa maka di dunia akan terwujud Pemerintahan Teokratis (di mana Tuhan memerintah langsung manusia). Munculnya pemerintahan-pemerintahan oleh manusia adalah bukti bahwa manusia hidup dalam dosa. Kemudian, perlu dibedakan antara pemerintahan rohani dan sekuler. Pemerintahan rohani (spiritual government) menunjuk pada suatu keadaan dunia di mana Tuhan berdaulat penuh (Kristus sebagai raja, pemimpin, dan penegak hukum). Pemerintahan rohani ini termanifestasi dalam kehidupan gereja. Sedangkan pemerintahan sekuler adalah pemerintahan sipil (civil government), menunjuk pada pemerintahan negara. Pemerintahan sipil merupakan ”perpanjangan tangan Tuhan” dalam mengurus masyarakat di mana para pemimpinnya seharusnya adalah ”hamba-hamba Tuhan” (orang-orang yang takut akan Tuhan dan berhati pelayan). Hubungan antara Gereja dan Pemerintah Negara adalah, pertama, tidak saling mencampuri. Kedua, saling bekerjasama untuk menjalankan amanat Tuhan. Ketiga, pemerintahan rohani (gereja) adalah independen tanpa campur tangan pemerintah Negara. Keempat, pemerintahan rohani (gereja) adalah refleksi politik Kristen dalam dunia modern.

Alkitab menjelaskan tiga prinsip kekuasaan menurut Yesus (Lugo, 2009). Pertama,Yesus memandang kekuasaan bersumber dari Tuhan dan bukan dari dunia. Kedua, Yesus tidak apatis dengan kekuasaan (dunamin) politik-pemerintahan dunia. Artinya, para murid Yesus harus bersaksi pada pemerintahan dunia ini supaya mereka percaya. Ketiga, kekuasaan Tuhan (eksousia) tidak dibatasi ruang dan waktu. Kuasa itu bukan dari manusia – tak seorang pun boleh mengklaim bahwa kuasa itu miliknya – eksousia datang dari Tuhan

SIKAP POLITISI KRISTEN

Di satu sisi, orang Kristen sebagai warga negara harus tunduk pada pemerintahan dalam arti mengasihi para pemimpin dan penegak hukum (Rom 13:1). Namun di sisi lain, sebagai warga negara, orang Kristen harus bersikap kritis. Paulus tidak mau terima begitu saja dengan perlakuan yang ilegal. Ketika diperlakukan tidak adil oleh penguasa, ia memprotes dan kemudian mendapatkan keadilan (Kis 22:23-29 – (25) Tetapi ketika Paulus ditelentangkan untuk disesah, berkatalah ia kepada perwira yang bertugas: “Bolehkah kamu menyesahseorang warganegara Rum, apalagi tanpa diadili?….(28)…”Tetapi aku mempunyai hak itu karena kelahiranku” (29) Maka mereka yang harus menyesah dia, segera mundur; dan kepala pasukan itu juga takut, setelah ia tahu, bahwa Paulus, yang ia suruh ikat itu, adalah orang Rum).

Lugo (2009) merekomendasi orang-orang Kristen untuk aktif dalam politik. Namun bukan untuk berebut kekuasaan dan materi. Orang Kristen harus melihat itu sebagai panggilan pelayanan, panggilan kehambaan. Orang Kristen dipanggil untuk menguasai parlemen-pemerintah-politik supaya mewujudkan pemerintahan yang adil, benar, dan bebas KKN. Panggilan pelayanan itu terkait dengan panggilan untuk menjadi garam dan terang dunia dan panggilan untuk turut membangun dunia secara kultural. Menjadi politisi Kristen atau pejabat publik yang visioner seperti itu merupakan panggilan yang mulia. Seharusnya menjadi ”way of life”, bukan sekedar alternative.

Lugo (2009) menekankan karakteristik pemimpin-politisi Kristen yang cerdas. Pertama, menjadi pemimpin yang menyerahkan nyawanya untuk rakyatnya (Yoh 10:11-12). Kedua, menjadi pemimpin yang menjadi sahabat rakyat (Yoh 15:15). Ketiga, menjadi pemimpin yang memiliki integritas (Yoh 3:21). Keempat, menjadi pemimpin yang mempunyai keberanian moral (Mat 5:37). Kelima, menjadi pemimpin yang melayani, berhati hamba (Yoh 13:8).

SOAL

  1. Bagaimana pandangan John Calvin mengenai politik?
  2. Perlukah ada orang Kristen yang terjun ke dunia politik (menjadi politisi, menjadi anggota parlemen, menjadi pejabat publik, dll)?
  3. Kualitas mental dan kepribadian seperti apa yang harus dimiliki seorang politisi Kristen?

TUGAS

Carilah data biografis dan rekam jejak karir beberapa politisi Kristen di Indonesia. Pelajari kelebihan dan kekurangan mereka dan temukan keteladanan mereka yang bisa dicontoh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: