B. SELAMAT DAN BERTUMBUH

PENGANTAR

Judul Materi: SELAMAT DAN BERTUMBUH

Kompetensi Dasar (KD) yang akan dicapai dengan materi ini adalah: Mahasiswa mampu memahami dan menerapkan prinsip-prinsip Alkitabiah untuk membangun dasar kerohanian.

Indikator-indikator pencapaian KD itu adalah

  1. Mahasiswa memahami konsep keselamatan dalam iman Kristen
  2. Mahasiswa memahami konsep pertumbuhan rohani
  3. Mahasiswa bisa menganalisa dan mengevaluasi masalah-masalah rohani

KESELAMATAN DALAM IMAN KRISTEN

Keselamatan manusia hanya ada di dalam Yesus Kristus. Hal itu ditegaskan oleh Injil, ”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan hanya untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepadanya, ia tidak akan dihukum, barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah” (Yoh 3:16-18).

Keselamatan dapat dipahami sebagai berikut. Pertama, jika ditinjau dari sudut pandang peranan Allah Bapa maka keselamatan adalah proses PEMBENARAN (justification) dan ADOPSI (adoption). Kedua, jika ditinjau dari sudut peranan Allah Anak (Yesus) maka keselamatan merupakan pengalaman PENEBUSAN (redemption). Ketiga, keselamatan ditinjau dari sudut pandang peranan Allah Roh Kudus adalah proses LAHIR BARU (regeneration) dan PENYUCIAN (sanctification).

PEMBENARAN. Prinsipnya, manusia itu berdosa dan tidak bisa membenarkan dirinya sendiri (Rom 3:9-18, 23). Usaha perbuatan baik dan amal salehnya tidak bisa membuatnya benar di mata Tuhan yang Mahabenar. Manusia dibenarkan di hadapan Tuhan hanya jika ia percaya kepada Yesus Kristus. Alkitab menegaskan, ”Manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat” (Rom 3:28). Alkitab juga menandaskan, ”Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya” (Rom 8:30). Karena dibenarkan oleh Kristus maka orang percaya dibebaskan dari hukuman (Rom 8:1, 33, 34) dan dibebaskan dari murka Tuhan (1 Ptr 2:24).

ADOPSI. Keselamatan adalah peristiwa adopsi atau pengangkatan anak. Maksudnya, orang yang percaya kepada Yesus diangkat menjadi anak-anak Tuhan (”Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya” – Ef 1:5). Yesus menebus kita supaya kita menjadi anak Allah (”Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk pada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak” – Gal 4:5). Karena percaya pada Kristus pada manusia menerima Roh Kristus yang menjadikannya anak Allah (”Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: ya Abba ya Bapa” – Rom 8:15).

PENEBUSAN. Untuk pengertian Yesus menebus kita, dalam PB dipakai tiga kata. Pertama, agorazo, artinya membeli, membayar, menyerahkan sesuatu sebagai harga pembayaran yang setimpal. Manusia berada dalam dunia yang merupakan ”pasar dosa” dan Allah melalui Kristus yang tanpa dosa membeli manusia berdosa (1 Kor 6:20). Kedua, eksagoraso, artinya dibeli keluar atau dipindahkan dari pasar dosa. Kematian Yesus bukan saja untuk membayar dosa manusia, tetapi juga sekaligus memindahkan manusia yang percaya itu dari pasar dosa agar menjadi orang beriman dengan jaminan penuh (Yoh 10:28). Ketiga, lutroo, artinya membebaskan atau melepaskan dari belenggu dosa dan disuruh pergi sebagai orang merdeka (Mat 20:28, Mrk 10:45).

LAHIR BARU. Istilah lahir baru berasal dari kata Yunani, genethe anothen yang berarti dilahirkan baru (Yoh 3:3, 5). Arti teologisnya adalah aktivitas Roh Tuhan yang memberikan kodrat baru kepada seorang berdosa karena ia telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi. Kita yang percaya kepada Yesus menjadi ciptaan baru, hakikat baru dengan kapasitas dan keinginan baru yang menyenangkan Bapa (2 Kor 5:17). Alkitab menegaskan, ”Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan kekal” (1 Ptr 1:23).

PENYUCIAN. Manusia semua berdosa. Perbuatan baik dan usaha pendisiplinan hidup tidak bisa merubah status dan kodratnya sebagai orang berdosa. Namun begitu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, status atau posisi kita adalah orang kudus di mata Tuhan. Inilah yang disebut penyucian secara posisi (positional sanctification). Dasar penyucian itu adalah kematian Yesus (Ibr 10:10, 14). Meskipun secara de fakto orang percaya masih jatuh bangun dalam dosa, tetapi karena percaya pada Kristus maka ia disebut orang kudus seperti pada kasus orang-orang Kristen di Korintus (1 Kor 1::2).

KEWAJIBAN PERTUMBUHAN ROHANI

Keselamatan memang merupakan anugerah (sola grasia). Keselamatan harus diterima dengan iman (sola fide, hanya oleh iman). Namun, iman itu adalah tindakan aktif, bukan sikap yang pasif. Karena itu keselamatan merupakan peristiwa PERPALINGAN (conversion). Perpalingan adalah tindakan pembalikan yang dari segi negatif berarti pertobatan dan dari segi positif adalah iman kepada Kristus. Pertobatan sangat ditekankan dalam ajaran Yesus, Yohanes Pembaptis, dan Para Rasul (Mat 3:2; 4:17; Mrk 6:12; Kis 2:38; 20:21; 26:20). Namun bertobat tanpa iman tidak akan menyelamatkan. Orang beragama lain pun bisa bertobat. Bahkan orang ateis bisa bertobat dari dosanya. Tetapi hanya pertobatan dan iman kepada Kristuslah yang menyelamatkan.

Pertobatan sebagai tindakan iman itu sendiri harus dilakukan terus menerus. Maka, kekristenan adalah tindakan untuk mempersembahkan diri kepada Tuhan (Rom 12:1). Dalam hal kekudusan, kita tidak boleh berhenti hanya sampai pada tahap positional sanctification. Namun harus mengejar/mengusahakan kekudusan secara terus menerus (progresive sanctification). Paulus juga menekankan supaya Timotius mengejar pertumbuhan kesucian dirinya (2 Tim 2:21).

Kewajiban untuk bertumbuh ditegaskan dalam Alkitab. Hal itu terlihat sangat jelas dari ukuran-ukuran pertumbuhan rohani. Paulus, misalnya, menegur jemaat Korintus sebagai orang-orang percaya yang masih duniawi dan belum dewasa (1 Kor 3:1). Penulis Ibrani membedakan antara ”Kristen anak-anak” dan ”Kristen dewasa” (”Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memaham ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat” – Ibr 5:12-14).

Orang percaya disebut sebagai murid yang artinya harus terus belajar. Ada murid yang malas, ada murid yang tekun. Ada murid yang sering tinggal kelas. Namun ada murid yang bisa mengikuti kelas akselerasi. Demikian juga orang percaya, banyak yang bertumbuh dengan cepat, namun lebih banyak lagi yang tidak bertumbuh sekalipu telah melewati proses waktu.

CARA BERTUMBUH

Pertumbuhan rohani orang percaya terjadi karena dua hal. Pertama, tindakan orang percaya itu sendiri untuk bertumbuh. Tuhan tidak pernah memaksa atau menjadikan kita robot. Tuhan memperhadapkan kita pada berkat dan kutuk serta memberikan kita kebebasan untuk memilih (Ul 30:19). Paulus mendorong kita untuk bertumbuh: untuk mempersembahkan hidup (Rom 12:1) dan untuk mengejar kesucian (2 Tim 2:21).

Kedua, pertumbuhan terjadi karena karya Roh Kudus dalam diri manusia. Karya Roh Kudus dalam diri manusia, tahapan-tahapannya adalah, pertama, meyakinkan (convicting) manusia akan dosa, hukuman, dan keselamatan (Yoh 16:8-11). Kedua, Roh Kudus melahirkan kembali sehingga manusia percaya mendapatkan kodrat baru (Tit 3:5). Ketiga, Roh Kudus membaptiskan orang percaya (1 Kor 12:13). Keempat, Roh Kudus memeteraikan (2 Kor 1:22). Kelima, Roh Kudus mendiami orang percaya (1 Kor 6:19). Keenam, Roh Kudus memenuhi orang percaya (Ef 5:18).

Roh Kuduslah yang membuat kita memiliki buah-buah Roh – kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Gal 5:22-25). Dengan demikian, semakin dipenuhi Roh Kudus maka orang percaya semakin menjadi seperti Kristus. Pertumbuhan itu terjadi karena Roh Kudus memberikan kekuatan supranatural yang mengubahkan mental, karakter, dan kepribadian manusia yang sebelumnya telah rusak total (total depravity).

HADIAH PERTUMBUHAN

Pertumbuhan rohani menyenangkan hati Tuhan. Berkat di dunia dan di akhirat diberikan bagi mereka yang bertumbuh itu. Pertama, selama di dunia, jika kita bertumbuh maka akan diberi kepercayaan yang besar sebagai alat Tuhan. Paulus mengatakan, ”Jika seseorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia” (2 Tim 2:21). Kecuali itu, tentunya segala berkat akan diberikan jika kita hidup benar di hadapan Tuhan (Ul 28:1-14).

Kedua, jika kita bertumbuh terus maka kita akan diberi mahkota dalam pengadilan Kristus di akhir jaman. Mahkota kehidupan itu adalah pahala yang diberikan Tuhan bagi orang percaya yang berhasil mengalahkan kehidupan lamanya. Alkitab mencatat, “Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi” (1 Kor 9:25).

MASALAH ROHANI: TERIKAT ROH JAHAT

Hal yang sering menghambat orang untuk bertobat dan bertumbuh adalah ikatan roh-roh jahat yang membelenggu dirinya. Manusia itu seperti rumah yang bisa dihuni setan-setan. Maka seharusnya manusia itu menjadi rumah Tuhan, bait Roh Kudus karena Roh Kudus berdiam dan memenuhi dirinya (1 Kor 6:19).

Mengenai bagaimana setan-setan bisa menguasai manusia, Yesus menjelaskan, ”Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatkannya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat daripadanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula” (Mat 12:43-45). Jadi, pertama, manusia itu seperti sebuah rumah. Kedua, iblis bisa menguasai rumah tersebut. Ketiga, iblis bisa diusir keluar dari manusia – makanya orang percaya diberi kuasa mengusir setan (Mrk 16:17) dan diperintahkan supaya mengusir setan (Yak 4:7). Keempat, setan yang telah diusir keluar pasti ingin kembali menguasai manusia itu karena ia ingin supaya semua orang menjadi miliknya. Bahkan ia mengajak lebih banyak roh lain untuk merebut kembali kekuasaannya atas manusia. Kelima, karena itu, jangan membiarkan rumah itu kosong, tetapi hendaklah kita didiami Roh Kudus (1 Kor 6:19) dan dipenuhi Roh Kudus (Ef 5:18).

MASALAH ROHANI: MENTALITAS

Cepat dan lambatnya pertumbuhan rohani juga dipengaruhi oleh mentalitas kita.. Ada orang yang rajin dan ada pula yang pemalas. Orang percaya diibaratkan seperti murid, ada yang rajin dan ada yang lamban. Paulus adalah hamba Tuhan yang mendorong jemaat untuk mengejar pertumbuhan.

Tuhan senantiasa bertindak sedemikian rupa untuk mendorong kita supaya bertumbuh. Bahkan seringkali Tuhan memaksa kita agar bertumbuh. Kitab Suci menggambarkan sikap Tuhan itu sebagai berikut: ”Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, memgembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya” (Ul 32:11).

MASALAH ROHANI: PEMBINAAN ROHANI

Untuk mempercepat pertumbuhan rohani, sangat diperlukan pembinaan rohani. Ayah atau kakak rohani tidak cukup hanya mendidik anak-anak atau adik-adik rohani mereka sacara kognitif. Pertumbuhan rohani adalah praktek kehidupan sehari-hari sehingga harus ada keteladanan (band. 1 Kor 4:15-16).

Menjadi anak rohani dan menjadi bapa rohani itu adalah amanat Alkitab. Itu merupakan bagian dari penginjilan – jadikanlah semua bangsa murid-Ku (Mat 28:19-20). Hubungan Paulus dan Timotius memberikan contoh hubungan ayah dan anak rohani (1 Tim 1:12).

SOAL

  1. Jelaskan peristiwa dan proses keselamatan dalam iman Kristen!
  2. Apakah pertumbuhan rohani itu?
  3. Bagaimana cara supaya dapat bertumbuh secara rohani?

TUGAS

Evaluasilah pertumbuhan rohani anda. Sudahkah anda benar-benar dilahirkan baru? Sudahkah anda melakukan proses perpalingan yang nyata? Dan, apa saja yang menghambat pertumbuhan rohani anda selama ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: